Ia menekankan pentingnya pembinaan haji sejak pendaftaran. Kemenag Rejang Lebong pun rutin menggelar pelatihan manasik setiap tahun.
“Kami ingin semua jamaah siap secara fisik, mental, dan spiritual,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aditiawarman juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran haji tanpa antrean yang dilakukan oleh agen tidak resmi.
Banyak penipuan bermodus “haji furoda” atau “jalur khusus” yang justru menjerumuskan masyarakat ke jalur ilegal.
“Masyarakat harus mendaftar melalui bank penerima setoran (BPS) yang terverifikasi. Untuk di Rejang Lebong ada dua, yaitu Bank Muamalat dan BSI Syariah,” tutupnya.













