“Lansia tetap menjadi perhatian dalam penjadwalan keberangkatan,” kata Aditiawarman.
Meski begitu, tetap diperlukan verifikasi ketat terhadap kesehatan fisik dan mental, guna memastikan kemampuan mereka menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman.
Aditiawarman menilai bahwa semangat masyarakat untuk berhaji tidak surut, meski harus menunggu selama puluhan tahun. Ini menunjukkan bahwa ibadah haji masih menjadi cita-cita utama umat Islam di daerah ini.
“Setiap bulan ada saja warga yang mendaftar. Bahkan orang tua sudah mendaftarkan anak-anaknya sejak usia muda,” katanya.













