Selain itu, guna mempermudah proses pendaftaran dan verifikasi, Kementerian Agama terus meningkatkan layanan digital dalam sistem pendaftaran haji. Warga kini bisa memantau posisi antrean melalui situs resmi Kemenag.
“Semua data antrean dapat diakses secara transparan. Warga bisa mengecek status langsung dari rumah,” jelas Aditiawarman.
Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat, sekaligus meminimalisir kemungkinan praktik manipulasi antrean.
Dengan masa tunggu yang panjang, Aditiawarman mengimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini. Selain kesiapan dana, calon jamaah juga perlu menjaga kesehatan dan pemahaman tentang manasik haji.













