“Untuk baglog yang kita berikan ke Pengajian ini sebanyak 3000 baglog, namun tetap kita pandu mulai dari proses budidayanya sampai nanti panen. Termasuk pasca panen, untuk hasil jamurnya juga kita bantu pasarkan” imbuhnya.
Kalapas pun berharap budidaya jamur yang dilakukan di Lapas Curup yang mulai diminati masyarakat ini, dapat menjadi komunitas baru pertanian di daerah sekaligus menjadi bukti bahwa warga binaan kita tetap bisa membangun negeri dan berproduksi walaupun sedang menjalani masa pidana di Lapas. Selain itu, dengan adanya masyarakat umum yang juga melakukan budidaya jamur tiram ini bisa menjadikan sumber penghasilan untuk menopang kehidupan dan kesejahteraan baik secara kelompok dan individu.













