“Alhamdulillah untuk budidaya jamur tiram khususnya baglod di Lapas Curup ini kita sudah jual ke LPP (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan) Bengkulu dan juga masyarakat umum di Kabupaten Rejang Lebong” ungkap Kalapas Bambang Wijanarko.
Lebih lanjut dia pun mengatakan untuk baglog yang terjual ini mencapai 5000 baglod dengan harga jual satuannya Rp 5 ribu per baglog. Ini artinya selama 3 bulan berjalan ini penjualan baglog telah mengahasilkan omset Rp 25 juta.
Ia pun menambahkan selain dijual, pihaknya juga memberikan secara gratis ke Pengajian Shalawat Wahidiyah di Desa Belitar Seberang Kecamatan Sindang Kelingi, yang mana Kelompok Pengajian yang rutin melakukan program pembinaan dan keagamaan bagi warga binaan di Lapas Curup tertarik untuk menjalani bisnis budidyaa jamur tiram tersebut.













