“Untuk bibit jamur tiram ini kita datangkan lansung dari Kota Salatiga Provinsi, dan setelah itu baru diolah menjadi baglog bibit jamur” terang Kepala Lapas Curup Bambang Wijanarko.
Kegiatan produksi baglog jamur tiram yang telah dimulai dari akhir tahun 2022 lalu ini, tetap menggerakan warga binaan sebagai tenaganya.
Menurut Kalapas, produksi baglog ini juga menjadi salah satu kegiatan kemandirian bagi warga binaan yang mana sekarang telah terdapat hampir 5000 badlog jamur dan untuk baglog tersebut selain untuk mengisi lumbung budidaya jamur tiram Lapas, juga akan dijual ke masyarakat secara umum.













